<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/34835799?origin\x3dhttps://nicholashappyfamily-eviery.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
J. Nicholas Viery
Sunday, September 24, 2006 Bintilan hiks.....hiks.....hiks


Wahhhhh baru nge blog koq dah cerita yang sedih seh. Tp gpp deh biar jadi pembelajaran.

Gini nih ceritanya : awalnya Nicho tuch suka kucek2 mata sampai kayanya menikmati banget dan itu sering mami perhatikan mami pikir ah itu biasa paling ntar jg ilang.

Eh ga taunya lama2 muncul deh bintil di kelopak mata atas ilang, timbul, ilang, timbul ( waktu imunisasi mami dah pernah tanya sama dokter Budi S Palmerah dia bilang gpp ) ya udah akhirnya share di milis sehat dan disarankan kasih salep kloramfenikol dan sudah tiap malam mami bersihin pake kapas hangat tp koq ga ilang jg ya ehh malah timbul bintil baru yang lebih besar di kelopak mata bawah.

Wah kayanya gawat neh pokoknya ntar malam kudu ke dokter mata. Malamnya pulang kantor kita langsung ke dokter mata ( papi dah mami suruh ga usah lembur ).

Sampai disana koq sunyi senyap ya pintu pagarpun tertutup mana rumahnya segede bagong mami,papi+ nicho secara bergantian pencel bel tp ga ada batang hidung yg keluar, ternyata oh ternyata dokternya sudah meninggal ( huhuu pemberitahuan kek ) papi taunya setelah telp RS tempat tuh dokter praktek.

Akhirnya tak ada pilihan lain kita langsung ke Leopold ( Dsa di kemanggisan ) pulang bawa ole oleh resep puyer sebagai berikut :

Lincocin ( antibiotik ), CTM, Heptasan, Vitacimin dan garamicin eye ointment.

Mami dah tanya di milis dan dijawab sm dokter Wati kalo obatnya itu ga nyambung ( hiks hiks hiks ) mana untuk tujuh hari.

Kata Leopold coba aj dulu obatnya kalo tdk sembuh hrs ke dokter mata untuk ngeluarin nanahnya ( ihhhh serem ya ).

Dah gitu dah dua hari neh badan nicho kalo siang anget tp kalo malam koq panas sampai tidurnya gelisah, rewel, nangis2 gitu tiap lima menit. Mami jd ikut kebangun terus setiap nicho nangis untung menjelang subuh reda dan nicho bangun minta disetelin lagu sekolah minggu sambil bilang gini : mami, mami iko, iko mau turun mau bobo bawa yo wes akhirnya nicho turun ke kasur bawa bobo sama papinya.



Paginya nicho bangun minta keluar nanyain papinya. Trus mami bilang papi didepan nonton TV. Pas sampai depan Nicho bilang gini : " astaazim " ( maksudnya astagafirullah alhazim ) baju mi, baju tuch ( dalam ati ini musti Nicho kebanyakan nonton sinetron ngikutin mbaknya ) rupanya papi ambil baju kerja trus dijembreng di sofa depan kesannya berantakan gitu.

Nicho ... nicho ada ada aj kamu tiap ari kosakatanya nambah terus


Posted by eviery :: 8:56 PM :: 0 comments

Post / Read Comments

---------------oOo---------------